With my favorite girl πŸ‘“πŸ’„

With my favorite girl πŸ‘“πŸ’„

Pisang Aroma Terenak

Kalau biasanya saya pulang cepat, Senin itu saya harus hadir di acara Malam Puisi Samarinda. Kebetulan saya yang menjadi ketua panitia di bulan kedua. Saya memilih tema Bintang Timur. Bersama teman-teman yang lain, kami memutuskan untuk mengadakannya di Taman Cerdas.

Saya datang sendiri dan lebih awal untuk memastikan keadaan tempat dan hal-hal lain. Setelah kuliah selesai pukul 17.30, saya langsung ngegas ke Taman Cerdas yang jaraknya tidak jauh dari kampus. Itu pertama kali saya pergi ke Taman Cerdas. Sampai tempat parkir saja saya tidak tahu. Tempat kosong di samping penjual pisang aroma menjadi petak parkir Krimo, nama motor saya karena warnanya krim.

Sekalian menunggu anggota-anggota Malam Puisi, saya berjalan mengitari taman. Di tengah taman atau di bundaran patung pesut, saya bertemu dengan teman lama, Wilda. Dia bersama dua orang temannya yang tidak saya kenal. Kami berkenalan. Maaf, saya lupa nama mereka. Susah mengingat nama orang kalau baru ketemu sekali.

Mereka jadi teman ngobrol saya waktu itu. Mereka sedang mencari obyek foto untuk tugas kuliah. Wilda tiba-tiba ngajak kita selfie. Saya pasti tidak menolak. Hari sudah senja, mereka pulang dan saya mempersilakan. Sebenarnya sempat mengajak mereka untuk tinggal sampai Bintang Timur dimulai. Tapi, belum pulang seharian jadi alasan kuat mereka. Saya harus menunggu sendiri lagi.

Perut yang tiba-tiba lapar membuat saya juga beranjak untuk mencari camilan. Pikiran saya langsung tertuju pada es jeruk yang banyak dibeli orang-orang di taman ini dan pisang aroma, gorengan favorit saya baru-baru ini. Dua penjual makanan dan minuman itu tepat bersebelahan. Setelah membeli es jeruk, saya ke penjual pisang aroma yang di sampingnya motor saya terparkir.

β€œAda yang rasa original gak, nek?”

β€œSisa yang coklat.”

Read More

I miss you, adik-adik. :)

I miss you, adik-adik. :)

Tulisan Yeni.
Tengah mengikuti pelatihan jurnalistik si doi bukannya merhatiin malah latihan jadi motivator, lol.
Tapi saya demen sama kalimat-kalimatnya.

Tulisan Yeni.
Tengah mengikuti pelatihan jurnalistik si doi bukannya merhatiin malah latihan jadi motivator, lol.
Tapi saya demen sama kalimat-kalimatnya.